Tampilkan postingan dengan label pulsa elektrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pulsa elektrik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Februari 2012

Hard Cluster Telkomsel Menghilangkan Kesempatan Kerja dan Peluang Usaha Kecil

Sistem hard cluster Telkomsel yang diberlakukan mulai 2011 dan semakin menggila tahun 2012 ini sungguh merepotkan pedagang pulsa kecil yang menggantungkan hidupnya hanya dari berjualan pulsa elektrik. "Mau isi pulsa aja kok repot", begitu komentar mereka dengan nada kesal.

Kekesalan memuncak hingga 300 demonstran melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Telkomsel Gedung Wisma Mulia, Jalan Gatot Subroto tanggal 26 Januari lalu.

Seperti diketahui, Telkomsel memberlakukan sistem hard cluster dan membatasi pengisian pulsa ke nomor pelanggan. Jadi jika pelanggan hanya bisa diisi pulsa jika membawa langsung nomor ke kios setempat, namun jika akan mengisi ulang pulsa ke nomor rekan atau kerabat di luar wilayah kios tersebut maka disebut melanggar cluster dan akan dikenakan sanksi oleh Telkomsel.

Pedagang pulsa kecil pun kesulitan untuk mengetahui keberadaan nomor yang akan diisi apakah masuk wilayah clusternya atau tidak, sehingga tidak sedikit pula yang menutup usahanya. Yang mencoba bertahan malah menyarankan pelanggan untuk mengganti nomor Telkomselnya dengan nomor dari provider lain, dengan harapan pelanggan tersebut dan juga kerabatnya akan terus mengisi pulsa di kiosnya tanpa khawatir clusterisasi.

Ketidakadilan akan penerapan regulasi hardcluster juga semakin kentara di lapangan. Pedagang pulsa tradisional mengeluh akan hard cluster ini, namun tidak halnya dengan modern market, seperti IndoMaret, AlfaMart ataupun ATM. Modern market tersebut bebas mengisi pulsa di manapun nomor ponsel yang akan diisi berada. Outer Cluster dan Cross Region tidak berlaku bagi modern market, bahkan disuplai oleh Telkomsel dengan stok tak terbatas, berbanding terbalik dengan pedagang tradisional.

Demo Telkomsel
Hard Cluster ini jelas merugikan pedagang tradisional yang menjalankan usahanya dengan modal kecil. Bahkan tak urung mempersempit ruang usaha pedagang pulsa sekelas server yang memiliki puluhan karyawan sehingga menutup jutaan kesempatan kerja calon tenaga kerja. Sementara pedagang pulsa eceran seperti pelajar, mahasiswa dan ibu rumah tangga terancam kehilangan pendapatan.

Seolah-olah Telkomsel hanya memihak pedagang besar alias modern market namun justru mematikan usaha kecil pedagang tradisional. Sepertinya memang iklim usaha yang dibangun Telkomsel tidak mensejahterakan rakyat kecil malah memberangus kesempatan usaha kecil. Yah, senada dengan lagu Bang Roma "Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin"... :p

Jumat, 13 Januari 2012

Cluster Telkomsel: Kado Tahun Baru M-Kios

Clusterisasi Telkomsel sebagai "kado tahun baru" berdampak pada kosongnya stok pulsa M-Kios di sejumlah daerah. Bahkan saat berita ini diturunkan, di Balikpapan diberitakan pengisian pulsa simPATI maupun Kartu As mengalami gangguan.

Kondisi ini disebakan oleh regulasi Telkomsel yang bagi banyak orang malah tidak mendukung ekonomi kerakyatan, karena memberatkan pedagang kecil yang menggantungkan dapurnya kepada penjualan pulsa elektrik melalui server pulsa.

Untungnya sistem cluster Telkomsel ini tidak diikuti oleh provider telekomunikasi lainnya. Beberapa agen pulsa yang menginduk pada server pulsa melaporkan transaksi isi ulang pulsa masih "lancar jaya" untuk operator-operator selain Telkomsel.

Sebenarnya sebelumnya sistem cluster pernah diterapkan oleh Tsel pada tahun 2008-2009 lalu, dan berimbas pada tumbangnya usaha jualan pulsa elektrik. Kebijakan tersebut mengakibatkan perang harga dan mempertipis margin pedagang pulsa.

Cluster Telkomsel
Dengan kondisi seperti ini; stock MKios menjadi langka, harga pulsa Telkomsel untuk produk simPATI dan Kartu AS menjadi mahal, tentu semakin mempersulit pedagang pulsa eceran. Padahal alasan mereka menjual pulsa elektrik sangat empiris dan miris; "untuk bertahan hidup".

Bagi Telkomsel sendiri pengalaman tersebut di 2008-2009 lalu, justru dijadikan acuan untuk menerapkan sistem cluster sekarang ini. Diakui Telkomsel regulasi tersebut diambil untuk mejaga tatanan bisnis telekomunikasi, mengingat Tsel adalah market leader di Indonesia. Distributor di suatu wilayah tidak boleh melebihi toleransi 15% dalam penjualan pulsa outer region.

So, Clusterisasi Menguntungkan atau Merugikan sih? Please comment

Kamis, 29 Desember 2011

Isi Pulsa Telkomsel, Dapet Hadiah Jalan-jalan ke Singapura

Nah, sesuai judul, tentu ini kabar menggembirakan bagi pengguna Telkomsel. La wong yang menang dapet hadiah wisata jalan-jalan ke Singapura, apalagi ditanggung Telkomsel pajak hadiahnya. Yang jelas pemenang dari program ini adalah pelanggan yang mengisi pulsa kartu prabayar simPATI dan atau Kartu ASnya dengan minimal pulsa Rp100.000 s/d Rp1 juta.

Ketentuan lain, isi pulsa melalui fasilitas perbankan seperti ATM, M-Banking, internet banking, SMS banking ataupun phone banking). Dan seperti biasa, peserta menerima menerima nomor PIn yang akan dgunakan saat verifikasi pemenang. Sementara mitra perbankan yang bekerasajama dengan Telkomsel ini terdiri dari 50 bank di indonesia.

Tanpa banyak basa-basi, selamat kepada: Maria Mutia (Jakarta), Taufan Yudha (Semarang), M. Rosul Asmawi (Tangerang), Deyna (Bekasi), dan Iqbal Anas (Banjarmasin). Sedangkan pemenang iPhone 4, iPad 2 dan juga BlackBerry bisa dilihat di web resmi Telkomsel.

Tentunya program ini adalah ditujukan untuk mengedukasi pelanggan Telkomsel agar meningkatkan layanan dan fasilitas perbankan guna melakukan pengisian pulsa elektrik.

Ooopss, terkait maraknya penipuan undian berhadiah yang sering mengatasnamakan Telkomsel, nih mohon dicatat dan dilaporkan ke Telkomsel via SMS ke 1166 dengan format: PENIPUAN#nomor pelaku#isi SMS penipuan Jangan khawatir SMSnya GRATIS kok :D

update: Ada info menarik neh, guys. J2Pulsa sedang menggelar program promo 2013 "TOUR To SINGAPORE" yang ditujukan bagi agen penjual dan pembeli pulsa di agen-agen J2Pulsa. So, perbanyak transaksi isi pulsa kamu dan menangkan Hadiah Jalan-Jalan ke Singapura. Siapa tahu kamu beruntung!